Oleh : Ibu Puspita Sa’idah, S.Pd.

MTs Islamiyah Kebomlati memiliki komitmen kuat dalam menanamkan nilai-nilai religius dan akhlakul karimah kepada peserta didik. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah pelaksanaan istighotsah pagi setiap Jumat Legi sebelum pembelajaran dimulai. Kegiatan ini menjadi rutinitas spiritual yang tidak hanya memperkuat keimanan, tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar lebih disiplin, tenang, dan siap menerima ilmu.
Istighotsah pagi dilaksanakan di lingkungan madrasah dengan diikuti oleh seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini diawali dengan pembacaan tawasul, dilanjutkan tahlil, surat yasin dan rotibul haddad serta doa bersama yang dipimpin oleh ustadz Ahmad Dluha, S.PdI dan Ustadz Ahmad Munib S.Pd beserta dewan guru MI dan MTs Islamiyah Kebomlati. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan terasa ketika seluruh warga madrasah menyatukan hati dalam memohon pertolongan dan ridha Allah Swt.
Pelaksanaan istighotsah pada Jumat Legi memiliki makna tersendiri bagi warga Madrasah Islamiyah Kebomlati. Jumat merupakan hari yang mulia dalam Islam, sedangkan Jumat Legi dalam tradisi masyarakat Jawa sering dimaknai sebagai momentum untuk memperbanyak doa dan refleksi diri. Perpaduan nilai agama dan kearifan lokal ini menjadikan kegiatan istighotsah semakin bermakna dan mudah diterima oleh peserta didik.
Dampak positif dari kegiatan istighotsah pagi ini terlihat dalam keseharian peserta didik. Mereka menjadi lebih tertib sebelum pembelajaran, lebih sopan dalam bersikap, serta memiliki ketenangan batin yang mendukung konsentrasi belajar. Selain itu, terjalin pula kebersamaan dan kekompakan antara peserta didik dan guru dalam suasana religius yang penuh kehangatan.
“Dengan adanya pembiasaan istighotsah pagi setiap Jumat Legi sebelum pembelajaran dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia. Kegiatan ini menjadi salah satu ikhtiar madrasah dalam mewujudkan pendidikan yang seimbang antara ilmu, iman, dan amal” (Puspita Sa’idah, S.Pd)




