KEDISIPLINAN SEBAGAI PONDASI SEBUAH KESUKSESAN

Oleh : Ibu Lyza Habibah Ainur R, M.Pd.

whatsapp image 2025 10 01 at 08.58.19

Kebomlati, 12 Januari 2026 – Banyak individu menginginkan keberhasilan, tetapi hanya sedikit yang bersedia menghadapi prosesnya. Apabila kita bertanya kepada berbagai tokoh besar, pengusaha sukses, atau atlet yang berprestasi tentang kunci sukses mereka, satu kata yang pasti mereka sebutkan adalah: Disiplin. Alam konteks pendiidkan, disiplin tidak hanya tentang menaati peraturan, melainkan merupakan investasi terbaik untuk masa depan yang cerah.

MTs Islamiyah Kebomlati adalah salah satu madrasah Tsanawiyah yang menyusun setiap aktivitas dan jam pelajaran dengan sangat sistematis. Dimulai dari waktu masuk sekolah, pengumpulan kunci sepeda motor bagi yang membawanya, sholat dluha berjamaah, hingga kegiatan istighosah pada hari Jum’at legi. Sama halnya, penyelesaian setiap permasalahan yang muncul menunjukkan tinggi diisplin dan respon dari para pengajar yang tidak membiarkan masalah berlarut-larut. 

Pendampingan yang diberikan oleh para guru dalam proses belajar maupun olimpiade telah mengantarkan banyak siswa untuk meraih juara. Selain itu, kedisiplinan dan ketekunan siswa dalam belajar juga mendorong mereka mencapai kesuksesan dan mewujudkan berbagai cita-cita yang ingin diraih oleh siswa. Salah satunya para lulusan yang diterima diberbagai sekolah lanjutan atas unggulan serta berbagai prestasi kejuaran dari tingkat kecamatan sampai nasional.

Sering kali, disiplin disalahpahami sebagai “’pembatas” atau “sanksi”. Sebenarnya, disiplin adalah kemampuan untuk mengontrol diri dan tetap fokus pada tujuan meskipun banyak halangan yang ada. Di lingkungan sekolah, kedisiplinan berfungsi sebagai pendorong bagi pengembangan potensi diri.

“Kesuksesan bukan milik mereka yang paling cerdas, melainkan milik mereka yang paling gigih dan disiplin dalam berusaha. Mari kita jadikan lingkungan sekolah sebagai tempat persemaian karakter. Ingatlah, rasa lelah karena disiplin itu hanya sementara, namun penyesalan karena ketidaksiplinan akan terasa selamanya” (Lyza Habibah Ainur R, M.Pd.)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *