
Kebomlati, 2 Februari 2026 – Sabtu, 31 Januari adalah puncak acara Madagascar (MAN 2 Lamongan Art Sport Competition) yang ke VI, TIM MATSALATI Mengikuti berbagai cabang lomba diantaranya : Futsal, Volly, Banjari, Tari Tradisional, Story Telling, MTQ dan Lomba Baca Puisi. Perlombaan diikuti dengan antusias dan penuh semangat, Para Perwakilan TIM MTs Islamiyah Kebomlati berjuang dengan menampilkan penampilan yang terbaik dari setiap cabang perlombaan.
Dipenghujung acara tibalah pengumuman kejuaraan, Air mata bahagia, senyum, dan rasa syukur akhirnya menyatu. MTs Islamiyah Kebomlati Mendapatkan Juara 1 Lomba Baca Puisi oleh Kakak M. Lutfi Ihsan Kelas IXB dan Memperoleh Juara 2 Lomba Baca Puisi oleh Kakak Hanina Ainur Rosida Kelas VIIB. Tidak hanya itu MTs Islamiyah Kebomlati juga kembali menorehkan sejarah manis dengan meraih Juara Umum pada ajang Kompetisi Olahraga dan Seni MADAGASCAR (MAN 2 Lamongan Art Sport Competition), Tak ada yang benar-benar menyangka. Hanya dua trophy yang berhasil kami bawa pulang—Juara 1 dan Juara 2 Lomba Baca Puisi. Namun di balik jumlah yang tampak sederhana itu, tersimpan perhitungan poin yang ternyata menjadi yang tertinggi dibandingkan seluruh peserta lainnya. Sebuah kejutan yang membuat hati bergetar dan mata berkaca-kaca.
Perjalanan menuju titik ini bukanlah jalan yang mudah. Latihan dilakukan hampir setiap hari, diiringi lelah, jenuh, bahkan ragu. Namun semangat untuk menang dan keyakinan untuk memberikan yang terbaik tak pernah padam. Setiap latihan dilaksanakan dengan senang hati, setiap usaha disertai doa yang tak henti dipanjatkan. Saat nama MTs Islamiyah Kebomlati disebut sebagai Juara Umum, rasa lelah seketika luruh. Haru, bangga, dan bahagia bercampur menjadi satu.
“kemenangan ini tidak semata diukur dari jumlah piala yang dibawa pulang, melainkan dari proses pembinaan, kesungguhan, dan ketekunan para peserta didik selama mengikuti persiapan lomba. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi siswa lainnya untuk terus berani tampil, berproses, dan mengharumkan nama madrasah di berbagai ajang.” Ungkap ibu Puspita Sa’idah selaku salah satu guru pembina lomba puisi.
Alhamdulillah, perjuangan yang panjang akhirnya berbuah manis. Prestasi ini bukan sekadar piala, tetapi kenangan, pembelajaran, dan bukti bahwa dengan usaha sungguh-sungguh, kebersamaan, dan pertolongan Allah SWT, kebahagiaan dan kemenangan itu benar-benar bisa diraih.







